Skip to content

5 Keuntungan Memilih Emas Sebagai Alat Investasi

featured-img

Di era seperti sekarang, banyak pekerja yang merasa tak cukup dengan mendapatkan penghasilan hanya dari gajinya sebagai pegawai, alhasil banyak orang yang kemudian memutuskan untuk usaha.

Sayangnya membuka bisnis alias menjadi pengusaha bukanlah hal yang mudah, hingga kemudian banyak yang gagal. Tapi dari sanalah jadi banyak pekerja yang beralih dari pebisnis menjadi investor!

Dengan semakin berkembangnya zaman, semakin banyak pilihan investasi dengan berbagai profil risiko yang bisa ditempuh. Sebut saja investasi bisnis online, surat berharga, hingga investasi emas.

Investasi emas memang bisa jadi ladang penghasilan yang cukup menjanjikan, terutama untuk para millenials yang masih berstatus sebagai fresh graduate atau first jobber. Alasannya tentu saja selain murah, mudah, dan investasi emas cenderung berisiko kecil.

Nah, untuk memulai investasi emas, kamu harus selalu update soal harga emas di pasaran. Berikut adalah beberapa keuntungan dalam menggunakan emas sebagai alat investasi!

Baca Juga : Tips Bisnis Modal Kecil Keuntungan Besar


Keuntungan Memilih Emas Sebagai Alat Investasi

Kalau kamu lihat, tentu saja investasi emas memang jadi semakin menggiurkan. Apalagi pilihan harga yang tersedia sangat bervariasi. Mulai dari yang sangat murah, kurang dari satu juta rupiah, hingga yang sangat mahal yang melewat angka 500 juta rupiah.

Tentu hal ini menjadi kelebihan investasi emas, dan tidak heran jika emas menjadi salah satu instrumen investasi favorit di kalangan pekerja dari semua generasi.

Tapi di samping kelebihan tersebut, sebenarnya ada beberapa keuntungan lain yang bisa kamu dapatkan dari berinvestasi emas.

1. Alat Tukar Saat Krisis

Salah satu hal yang paling ditakutkan semua orang, tidak peduli dari kalangan ekonomi menengah ke bawah hingga ekonomi tinggi, adalah krisis keuangan alias krisis moneter.

Pada saat krisis moneter, biasanya akan terjadi ketidakstabilan mata uang, contohnya seperti krismon di tahun 1998 yang membuat nilai tukar mata uang rupiah menjadi melambung terhadap dolar.

Emas biasanya tidak akan terpengaruh nilai inflasi ini, sehingga nilainya lebih stabil. Bahkan beberapa orang menyebutkan bahwa emas boleh ditabung sebagai penjaga nilai mata uang.

Artinya ketika kamu menabung 1 juta emas tahun ini, dan kamu menjualnya 10 juta di 20 tahun kemudian, pada dasarnya 1 juta di tahun ini sama dengan 10 juta di 20 tahun ke depan itu.

2. Dana Darurat yang Fleksibel

Banyak orang menyimpan dana darurat dalam bentuk tabungan tanah, atau deposito baik konvensional hingga syariah. Nah,emas pun memiliki sifat yang sama seperti itu.

Bedanya emas bisa menjadi dana darurat yang baik, karena pencairannya relatif lebih mudah. Apalagi bila dibandingkan dengan tabungan asset lainnya seperti rumah ataupun tanah simpanan, yang menjualnya tentu jauh lebih sulit.

Baca Juga : Bisnis Ala Anak Muda, Bisnis Makanan Online dan Offline yang Mudah

3. Instrumen Investasi yang Aman

Dengan kedua sifat di atas, pasti orang-orang awam bisa langsung menangkap bahwa emas merupakan salah satu investasi yang aman, bahkan termasuk yang paling aman yang bisa kamu gunakan.

Walau sama-sama memiliki fluktuasi harga, emas tidak berfluktuasi layaknya saham dan mata uang kripto yang ekstrem. Sehingga bisa dikatakan emas memiliki kestabilan harga yang luar biasa baik, dan mengikuti nilai mata uang.

Akan tetapi tetap saja kami tidak menyarankan kamu untuk menaruh seluruh kekayaanmu dengan berinvestasi emas. Karena pada prinsipnya, investasi apapun menjadi rentan bila kamu sembarangan menaruh seluruh uangmu ke dalam satu instrumen saja.

Selalu ingat istilah ini bagi kamu yang ingin berinvestasi (apapun), “don’t put all your eggs in one basket”. Meski idiom ini berarti jangan menaruh 100% usaha di 1 pekerjaan saja, hal ini berlaku juga loh di dalam dunia investasi.

Terkadang ketika kamu terlalu percaya diri dan menempatkan 100% sumber dayamu di satu instrumen investasi, kecenderungan kamu mengalami rugi besar tetap ada. Bila sudah rugi, kamu harus memulai dari nol lagi, inilah yang perlu kamu hindari.

4. Menguntungkan

Berbeda dengan kepemilikan saham dan mata uang kripto, emas membuat pemiliknya bisa mendapatkan capital gain alias keuntungan yang berlipat-lipat. Sementara saham dan mata uang kripto biasanya menawarkan return cash flow.

Return cash flow berarti pemasukkan yang ada tergantung dari kepemilikan saham yang kamu punya, yah bahasa awamnya sih bagi hasil. Sementara capital gain bisa kamu dapatkan bila kamu membeli emas untuk kemudian dijual kembali setelah beberapa tahun.

Bahkan beberapa pakar keuangan berani membuat pernyataan bahwa bila kamu bermain emas dalam jangka panjang, misalnya 8 hingga 10 tahun, maka potensi capital gain yang kamu dapatkan bisa menyentuh angka 7-8 persen.

5. Halal

Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam, saat ini boleh dikatakan mulai melek dengan hukum-hukum islam. Sehingga kemudian banyak orang-orang yang berbondong-bondong mencari investasi yang halal.

Investasi islami tentu merupakan investasi yang berlandaskan asas syariah, dan salah satu faktor terpenting yang dicari oleh awam adalah yang tidak memiliki prinsip bunga.

Menabung atau investasi emas saat ini, termasuk di Pegadaian, sudah menggunakan prinsip syar’i loh.

Baca juga: Berbagai Aplikasi Pengelola Keuangan Terbaik untuk Finansial Anda

Bahkan beberapa penyedia jasa investasi emas pun demikian. Namun agar lebih aman, kamu bisa googling terlebih dahulu soal keputusan DSN-MUI di tempat kamu ingin berinvestasi emas.

Kalau sudah dijamin kehalalannya oleh pihak DSN-MUI barulah kamu boleh berinvestasi emas di tempat tersebut.

Tags