Skip to content

Enam Prospek Kerja Favorit Mahasiswa Teknik Industri !

featured-img

Dari sekian banyak program studi teknik di berbagai kampus di Indonesia, teknik industri saat ini boleh dibilang menjadi salah satu primadona nya.

Tapi sebelum kita membahas lebih jauh mengenai prospek kerja teknik industri, kamu calon mahasiswa teknik industri dan siapapun yang memutuskan untuk terjun menjadi seorang insinyur teknik industri, harus tau loh apa sebenarnya yang kamu pelajari disini.

Mencatut dari laman resmi prodi teknik industri ITB, teknik industri sering banget dikaitkan dengan ketidakjelasannya. Kalau kamu bicara teknik sipil yang kamu bayangkan pasti soal bangunan dan jembatan megah.

Kalo kita bicara teknik elektro kamu pasti akan membayangkan segala kerumitan rangkaian elektronik, dan kalo kita bicara teknik mesin yang kamu bayangkan pasti soal mekanika dan dunia per ‘bubutan’.

Tentu saja hal ini berbeda dengan teknik industri, yang tidak memiliki objek yang jelas dalam kerjanya. Mengapa demikian? Karena seorang sarjana teknik industri nantinya bukan merancang objek, namun suatu sistem yang berkesinambungan dari seluruh objek dan material yang ada.

Intinya kamu harus bisa menciptakan sistem yang efektif, efisien, namun tetap produktif! Nah berbicara soal ketiga konsep dasar tersebut, sebenarnya bagaimana prospek kerja teknik industri itu sendiri? Yuk kita kupas tuntas!

Baca: Berapa sih total gaji dan tunjangan TNI?


1. Cost Control Engineer

Cost control engineer

Kamu yang masih asing dengan istilah ini nampaknya perlu sedikit-sedikit membaca mengenai teknik industri nih, karena cost control engineer merupakan salah satu bidang yang prospek kerjanya cerah loh di teknik industri.

Cost control engineer memiliki tugas untuk mengendalikan seluruh faktor-faktor yang ada di dalam pabrik dan pekerjaan sehingga seluruhnya dapat tercapai dengan biaya dengan seefisien mungkin.

Seorang cost control engineer tentu saja harus mampu memahami lingkup kerja dimana ia bertugas. Selain itu mereka juga harus pandai menilai potensi risiko dan masalah yang akan berkaitan pada biaya.

Dengan kata lain mereka harus menganalisis seluruh potensi biaya berlebih yang akan keluar dalam suatu produksi, sehingga bisa menekan biaya produksi.

Selain itu seorang cost control engineer juga harus mampu mengatur seluruh pihak yang terlibat dalam produksi. Tujuannya tentu saja agar orang-orang tersebut menyadari penggunaan anggaran perusahaan sehingga biaya yang keluar pada akhirnya, lagi-lagi akan efisien.

Gaji yang bisa kamu dapatkan sebagai seorang manajer cost control rata-rata adalah Rp 15.000.000,- sementara supervisor rata-rata Rp 7.000.000,- dan staff cost control rata-rata sebesar Rp 4.700.000,-


2. Engineering Manager

engineering manager

Layaknya seorang manajer di bidang lain, seorang manajer engineering memiliki banyak tugas yang umumnya seputar manajerial, baik manusia, material, dan tentu menjalin komunikasi dengan pemberi pekerjaan.

Beberapa kewajiban dan tanggung jawab seorang engineering manager adalah memberikan petunjuk dan mengarahkan tim sehingga pekerjaan yang diberikan sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani.

Seorang engineering manager juga harus memastikan seluruh teknis-teknis detail tidak terlambat, dan seluruhnya harus terlaksana secara tepat guna. Mereka juga harus menyelesaikan segala permasalahan yang timbul selama pekerjaan berlangsung.

Intinya segala kejadian yang berlangsung di lapangan, mulai dari pelaksanaan yang harus seusai dengan rencana hingga permasalahan yang timbul adalah tanggung jawab bagi seorang engineering manager.

Tidak berhenti sampai disitu, seorang engineering manager juga memiliki kewajiban untuk melapor kepada pemberi kerja, bekerja sama dengan supervisor, dan membantu pejabat pelaksana teknis dalam hal administrasi.

Dengan kata lain, selain harus berpusing-pusing ria dengan sumber daya manusia yang dipunya, mereka juga harus berpusing-pusing ria dengan segudang data mentah yang harus diolah untuk kemudian dilaporkan.

Tidak heran dengan segudang tanggung jawab yang dimiliki oleh engineering manager, gaji yang diterimanya pun menurut kamu cukup sepadan. Yakni rata-rata berkisar antara Rp 9.000.000,- hingga Rp 18.000.000,- per bulannya. Bahkan ada beberapa perusahaan yang berani membayar hingga Rp 30.000.000,- rupiah per bulannya lho untuk posisi ini!


3. Health Safety Environment Engineer

HSE Engineer

Bidang pekerjaan Health Safety Environment atau HSE ini juga merupakan salah satu prospek kerja teknik industri yang lumayan diminati loh.

Secara garis besar HSE harus bertanggungjawab atas keselamatan dan kesehatan kerja seluruh orang yang terlibat dalam suatu proyek. Lebih rincinya ada beberapa tanggung jawab yang perlu diperhatikan bagi seorang HSE.

Seorang HSE harus ‘memaksa’ perusahaan tempatnya bekerja untuk menerapkan program K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) secara efektif dan menyeluruh. Ia akan menerapkan prinsip plan, do, check, dan act di dalam perusahaan tersebut.

Dengan berjalannya sistem K3 yang baik, diharapkan perusahaan tidak banyak mengeluarkan biaya akibat kecelakaan kerja. Hal ini tentu saja karena kecelakaan kerja akan mengakibatkan kerugian yang besar.

Bukan hanya kontrol pencegahan kecelakaan, seorang HSE harus mampu membuat sistem dan kebijakan yang tepat guna namun tetap efektif dan tidak menurukan produktifitas perusahaan tempatnya bekerja.

Seorang HSE harus mampu menilai risiko kerja dalam perusahaan, hal ini berarti ia harus bisa memetakan potensi bahaya dalam proyek, menilai kelompok rentan yang bisa terkena masalah kesehatan dan kecelakaan kerja, serta menanggulangi dan mengelola seluruh risiko tersebut.

Untuk mengerjakan tanggung jawab yang penting tersebut seorang HSE saat ini dapat menerima gaji rata-rata Rp 8.000.000,- sebagai staff dan rata-rata Rp 10.000.000,- jika sudah mencapai posisi supervisor maupun koordinator.


4. Ahli Logistik

logistik coca cola

Ahli logistik terbagi dari posisi terbawah mulai dari para fresh graduate, staff, hingga supervisor, manajer, dan direktur. Seluruhnya memiliki tanggung jawab utama yang sama yakni mengelola rantai pasokan alias supply chain management.

Secara rinci ahli logistik biasanya diberikan tangung jawab untuk mencari dan melakukan survey data material hingga harga bahan dari supplier, jika mereka bekerja di dalam suatu proyek. Selain itu mereka juga harus memastikan pembelian barang atau alat ke supplier dengan cermat sehingga biaya yang dikeluarkan bisa efisien.

Nah ahli logistik juga memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan mengatur penyimpanan material di dalam gudang, melakukan pendataan yang rapi hingga melakukan pencatatan keluar masuk barang.

Truk dari kapal

Oleh karena itu mereka pun diberikan tanggung jawab yang cukup berat untuk menghindari kesalahan alur keluar masuk barang dalam suatu proyek ataupun pabrik. Mereka juga dituntut untuk mengelola persediaan barang dengan cermat, alias tidak terlalu banyak ataupun tidak terlalu sedikit sehingga rantai pasokan dapat berjalan dengan efisien.

Tanpa seorang ahli logistik yang cerdas suatu proyek bisa hancur dengan mudah karena efisiensi biaya tidak dapat dilakukan. Di pabrik, tanpa seorang ahli logistik yang mampu mengelola rantai pasokan dengan baik, tentu akan menurunkan efisiensi produksi dan distribusi dari barang yang dijual.

Karena tugasnya yang vital inilah seorang staff logistik bisa mendapatkan gaji rata-rata Rp 6.000.000,- hingga Rp 9.000.000,- sementara seorang asisten manajer bisa mendapatkan gaji rata-rata Rp 10.000.000,- dan seorang manajer bisa mendapatkan rata-rata Rp 25.000.000,- per bulannya!


5. Project Manajer

Project manager

Sampailah kita ke salah satu bidang dengan prospek kerja yang paling menarik di bidang teknik industri. Karena sudah bukan rahasia lagi bahwa gaji seorang project manager merupakan salah satu yang paling besar diantara bidang kerja teknik industri lainnya.

Meski demikian peminat manajer proyek amatlah banyak, dan tentunya bukan hanya dari teknik industri. Mengapa demikian? Karena proyek yang dibahas di sini bisa jadi proyek dari berbagai macam bidang.

Beberapa proyek yang bisa dimanajeri oleh seorang sarjana teknik industri misalnya proyek konstruksi, proyek manufaktur, proyek research and development, proyek manajemen pelayanan, hingga proyek-proyek kapital yang sangat erat dengan dunia investasi!

Peran seorang manajer proyek amatlah penting di dalam suatu perusahaan, hal ini karena ilmunya amat dibutuhkan terutama bagi proyek yang melibatkanbanyak bidang di dalamnya. Hal ini otomatis akan berkaitan dengan reputasi perusahaan tempatnya bekerja.

Semakin banyak proyek yang terlaksana dengan baik di dalam suatu perusahaan maka akan semakin tinggi reputasi perusahaan tersebut. Hasil akhirnya? Tentu nilai dari perusahaan tersebut akan meningkat pesat, investasi meningkat, dan pundi-pundi perusahaan pun akan meningkat pula.

Sepintas kamu akan memperhatikan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh manajer proyek cukup serupa dengan engineering manager. Letak perbedaannya adalah seorang manajer proyek harus mengintegrasikan seluruh bidang keilmuan yang terlibat di dalam proyek tanpa kecuali. Sementara manajer teknik hanya mengintegrasikan para insinyur yang terlibat di dalam suatu proyek.

Engineer sinarmas

Intinya, pekerjaan manajer proyek misalnya merencanakan, melaksanakan, mengontrol, serta mengevaluasi proyek sehingga suatu proyek selesai sesuai dengan anggaran, spesifikasi, hingga waktu yang ditetapkan di awal.

Artinya seorang manajer proyek terlibat mulai dari perancangan kerja, mengimplementasi rancangan kerja, serta berkomunikasi dengan pemberi proyek dalam berupa laporan kemajuan pekerjaan.

Seorang manajer proyek juga harus mampu menilai risiko pekerjaan untuk dikonsultasikan dengan ahli HSE, serta harus mampu menilai valuedari suatu proyek yang akan dikerjakan. Sehingga proyek tersebut bisa memberikan nilai kembali yang nyata kepada perusahaan.

Orang proyek

Dengan tanggung jawab yang begitu besar, seorang asisten manajer proyek rata-rata digaji Rp 12.000.000,- hingga Rp 17.000.000,- sementara manajer senior ataupun direktur manajer proyek bisa digaji hingga Rp 30.000.000,- per bulannya.


6. Project Management Analyst

Seorang manajer proyek seringkali membutuhkan bantuan untuk menganalisa proyeknya secara mendalam. Apalagi jika proyek yang dikerjakannya adalah proyek besar yang pasti terdiri dari berbagai ahli dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Analis manajemen proyek

Nah disinilah seorang analis hadir untuk membantu seorang manajer proyek. Apabila biasanya seorang manajer proyek adalah “bos” dengan latar belakang kerja yang cukup lama, posisi analis ini bisa diisi oleh mid-managerdengan pengalaman kerja di bawah manajer proyek.

Secara umum seorang analis manajemen proyek bekerja dengan cara mengolah data besar. Mereka harus mampu mengumpulkan data-data penting yang diharapkan dapat membantu berjalannya suatu proyek.

Beberapa data yang harus diambil dan dianalisis misalnya budgeting, evaluasi dan monitoring proyek, kepatuhan terhadap perusahaan, hingga data terkait public relations atau hubungan masyarakat.

Seorang analis juga seringkali dibebankan tugas untuk menjadi penghubung antara pemangku kebijakan (stakeholder) dengan manajer proyek. Seorang analis harus menangkap seluruh keinginan dari kedua belah pihak. Tujuannya tentu saja agar di kemudian hari proyek yang berlangsung tidak tersendat-sendat.

Bayaran yang diterima oleh seorang analis manajemen proyek pun tidak sedikit. Meski posisinya di bawah manajer proyek tapi rata-rata seorang analis proyek bisa membawa pulang uang Rp 17.000.000,- hingga Rp 20.000.000,- per bulannya lho!


Nah itulah enam prospek kerja teknik industri yang saat ini menjadi primadona bagi para lulusan barunya. Meski demikian ada beberapa hal yang perlu kami tekankan, bahwa variasi gaji yang kami tampilkan bisa saja berbeda dengan kenyataanya.

Karena di beberapa perusahaan, nilai gaji untuk masing-masing posisi bahkan bisa mencapai dua kali lipatnya. Bergantung dari keahlian hingga riwayat pekerjaan sebelumnya di masing-masing posisi.

Tapi intinya prospek kerja teknik industri saat ini masih cerah lho, dan bahkan teknik industri saat ini menjadi penyumbang CEO yang cukup banyak di berbagai perusahaan, bersama jurusan ekonomi, dan keuangan. Menarik bukan?

Tags